Fakta PPK*
Meningkatkan akses ke pasar, pusat kota, fasilitas pendidikan dan kesehatan, dan sumber air bersih di lebih dari 34.100 desa termiskin (hampir setengah dari total jumlah desa) di Indonesia. PPK telah mendanai lebih dari 191.919 kegiatan prasarana, ekonomi dan sosial di seluruh Indonesia. Berikut ini adalah daftar investasi PPK :
· 31.581 jalan dibangun atau ditingkatkan
· 8.433 jembatan dibangun atau direkonstruksi
· 9.751 sistem irigasi dibangun
· 9.245 unit air bersih dan 4.290 unti MCK dibangun
· Untuk pendidikan, telah dibangun dan direnovasi sebanyak 5.132 sekolah; penyediaan alat dan materi penunjang belajar mengajar; diberikan lebih dari 101.491 beasiswa pendidikan untuk perorangan
· Untuk kesehatan, telah dibangun dan direnovasi sejumlah 3.002 unit sarana dan pos kesehatan
Tingginya tingkat pengembalian – Menurut evaluasi ekonomi independen, bobot pengembalian internal PPK berkisar antara 39-68%. Keuntungan yang paling dirasakan adalah terbentuknya kegiatan ekonomi baru melalui prasarana yang dibangun oleh PPK atau kapasitas produksi yang terbatas akhirnya dapat disalurkan ke pasar lokal.
| Penghematan biaya dalam jumlah signifikan– Prasarana desa yang telah dibangun melalui metode PPK sangat hemat dalam pembiayaan. Rata – rata 56% lebih murah dari pekerjaan sejenis yang dibangun oleh pemerintah maupun kontraktor. | | “ Hasil studi independen menunjukkan bahwa pendekatan PPK melalui pembangunan infrastruktur desa memberikan dampak yang cukup signifikan terhadap ekonomi desa – desa yang diteliti.” – Analisa Dampak Ekonomi Prasarana PPK, 2005 | |
Memperluas kesempatan usaha dan membuka lapangan kerja baru
· 62,5 juta Hari Orang Kerja (HOK) dihimpun melalui pekerjaan jangka pendek, yang melibatkan lebih dari 5 juta pekerja yang berasal dari masyarakat perdesaan dengan imbalan sesuai dengan harga pasaran
· Dibukanya usaha dan jasa transportasi oleh masyarakat maupun pihak lain, menyusul terbangunnya jalan, jembatan dan dermaga baru yang dikerjakan masyarakat dengan dana PPK
· Lebih dari 1,3 juta pemanfaat pinjaman dan pedagang berpartisipasi dalam kegiatan kredit dan usaha PPK
Dampak signifikan terhadap kenaikan belanja rumah tangga perdesaan –Hasil studi di kecamatan PPK menunjukkan adanya peningkatan belanja rumah tangga yang cukup besar dibanding kecamatan non-PPK. Selanjutnya, semakin lama sebuah kecamatan menerima bantuan PPK, diperkirakan semakin besar dampaknya terhadap peningkatan belanja rumah tangga perdesaan.
Sasaran program yang berpihak pada orang miskin– Berdasarkan studi dampak ekonomi, PPK terbukti sukses dalam menentukan sasaran dan memberikan bantuan kepada kecamatan termiskin di Indonesia.
Meningkatkan kinerja pemerintah lokal– Pembentukan model perencanaan dan pembiayaan partisipatif.
· Masyarakat Indonesia di lebih dari 34.100 desa turut berpartisipasi dalam proses demokrasi, partisipatif dalam perencanaan dan pengambilan keputusan menyangkut alokasi dana bagi pembangunan publik.
· Sekitar 60% dari peserta yang hadir dalam musyawarah perencanaan PPK merupakan kelompok masyarakat yang paling miskin di desanya, demikian pula 70% tenaga kerja untuk prasarana PPK berasal dari kelompok paling miskin.
· Partisipasi perempuan dalam berbagai pertemuan dan kegiatan PPK berkisar antara 31-46%. Rata – rata swadaya masyarakat secara keseluruhan adalah 17% dan bervariasi di tiap provinsi.
· Tingginya komitmen pemerintah dan kontribusi mencapai 40% dari kabupaten – kabupaten di PPK II yang menyediakan dana bersama (matching grants) untuk PPK. Semua kabupaten di PPK III menyediakan dana dari anggaran daerah untuk pelaksanaan PPK.
· Akuntabilitas pemerintah dan peranan masyarakat madani lebih kuat. LSM dan jurnalis di provinsi PPK bertindak sebagai pengawas untuk memantau pelaksanaan PPK secara independen.
Rendahnya tingkat korupsi– Audit independen terhadap PPK yang dilaksanakan oleh Moores Rowland menemukan penyimpangan proyek desa ini kurang dari 1% dari total dana yang telah disalurkan. Pada kenyataannya, sejak 1998 sampai 2006, tingkat penyimpangan dana di PPK hanya sebesar 0,18% dari total dana yang telah disalurkan ke masyarakat.